Selasa, 21 Agustus 2012

GUGATAN PERDATA

Dalam menghadapai kasus hukum, terutamanya kasus yang berkaitan dengan sengketa dalam ranah hukum perdata, seringkali masyarakat tidak atau kurang memahami bagaimana cara membuat suatu gugatan yang akan diajukannya ke Pengadilan guna memperthankan hak-hak hukum keperdataannya. Padahal, untuk saat ini dalam sengketa ranah hukum perdata, masyarakat yang akan menuntut hak keperdataannya harus melakukan gugatan secara tertulis kepada Pengadilan Negeri yang berwenang untuk mengadili serta memutus perkara tersebut.

Berikut, saya lampirkan contoh salah satu gugatan perdata sehubungan dengan perkara hukum wan prestasi.



Hal  : GUGATAN WAN PRESTASI

Lamp : 1 (satu) lembar Surat Kuasa Khusus

 


Magelang;    Januari 2012



Kepada Yth.

Ketua Pengadilan Negeri Magelang

di-
     Kota Magelang 


Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini    :

---------------------------NOOR AUFA,SH -------------------------
Advokat dan Konsultan Hukum pada AUFA & Partners, beralamat di Jln. Singosari No. 18 Kel. Rejowinangun Selatan Kec. Magelang Selatan Kota Magelang; email : noor.aufa@yahoo.co.id; selaku Kuasa Hukum  dan oleh karenanya sah bertindak untuk dan atas nama serta mewakili kepentingan klien kami  :

Nama      : .............
Pekerjaan : ........
Alamat    : ..............

Sebagaimana tersebut dalam Surat Kuasa Khusus tertanggal ……………………… 2012 bermeterai cukup.

Untuk selanjutnya mohon disebut sebagai: PENGGUGAT.

Melalui surat gugat ini perkenankanlah Penggugat mengajukan Gugatan Wan Prestasi dihadapan Pengadilan Negeri Magelang di Kota Magelang berlawanan dengan orang:

N a m a        : ...........
Pekerjaan      : ..............
Alamat        : ......................

Untuk selanjutnya mohon disebut sebagai : TERGUGAT I

N a m a      : .........
Pekerjaan    : ..............
Alamat       : .............................
Untuk selanjutnya mohon disebut sebagai : TERGUGAT II


Adapun duduk Perkaranya sebagai berikut :

1. Bahwa pada bulan Oktober tahun 2005 telah berlangsung perikatan atau kontrak pembangunan rumah kos-kosan antara Penggugat dengan Tergugat I, dimana Penggugat menyerahkan suatu pekerjan kepada Tergugat I selaku kontraktor untuk membangun rumah kos-kosan milik Penggugat berlokasi di ............ secara lisan;
2. Bahwa pelaksanaan kontrak atau perikatan pembangunan rumah kos-kosan sebagaimana tersebut pada point 1 diatas, pada awalya secara lisan untuk kemudian dituangkan dalam Surat Perjanjian Pembangunan Rumah Kos-Kosan Pulohdadi, Condong Catur, Depok, Sleman, Jogjakarta yang dibuat antara Penggugat dengan Tergugat I dihadapan Notaris .................. di Kota Magelang pada Tanggal ....................;
3. Bahwa pekerjaan pembangunan rumah kos-kosan yang harus dilaksanakan dan diselesaikan Tergugat I dalam proyek ini sesuai dengan Surat Perjanjian Tanggal 3 Desember 2009 di hadapan Notaris/PPAT ............ adalah sebagai berikut:
3.1 Pembangunan Tahap 1 (satu)
      1. 10 (sepuluh) buah kamar kos dengan ukuran 3 x 4 M plus kamar mandi dalam lantai 1 :
      - Lantai kamar keramik 40 x 40 cm
      - Lantai kamar mandi 20 x 20 cm
      - Dinding kamar mandi 20 x 25 cm
      - Pintu kamar mandi dan bak air PVC
      - Roster batu palimanan/sejenis 30 x 30 cm
      - Kusen dan daun pintu kayu jati di plitur plus
  almari pakaian dan kaca
      - List gypsum dan ornament
2. 1 (satu) buah lorong pintu masuk ukuran 3 x 5 M2 ornamen lantai sejenis batu onix
3. 1 (satu) buah tangga menuju menuju lantai 2
4.  Sumur resapan 1 (satu) dan septitank 2 (dua) buah
5.  Pagar sepanjang 25 M
    - Pasang batu candi polos 15 x 30 cm
    - Ornamen batu palimanan 30 x 30 cm
    - Rumah lampu kolom dari batu candi
    - Pagar besi dorong 5 M
6. Pagar lipar sepanjang 14 M
7. Cat Movilex atau sekualitasnya
8. Ruang satpam dan CCTV
9. Listrik 2200 watt

3.2 Pembangunan Tahap 2 (dua) / gedung A, B, C
  Pembangunan A : Lantai 1
1. 1 (satu) buah kamar keluarga lantai 14 X 4 M2 plus    kamar mandi dalam
    - Lanati kamar keramik 40 x 40 cm
    - Lantai kamar mandi 20 x 20 cm
    - Dinding kamar mandi 20 x 25 cm
    - Pintu Kamar Mandi dan Bak air keramik
    - Roster batu palimanan/sejenis 30 x 30 cm
    - Kusen dan daun pintu jati, plus almari pakaian
  dan kaca
    - List gypsum dan ornament

2. 1 (satu) buah tangga ukuran 2 x 4 M2 depan list
   keramik
3. 1 (satu) Kamar Mandi bawah bordes
Pembangunan A : Lantai 2
a) 1 buah kamar keluarga lantai 14 X 4 M2
-         Lantai kamar keramik 40 x 40 cm
-         Lantai kamar mandi 20 x 20 cm
-         Dinding kamarmandi 20 x 25 cm
-         Pintu KM dan Shower/Bak PVC
-         Roster batu palimanan/sejenis 30 x 30 cm
-         Kusen dan daun pintu jati, plus almari pakaian dan kaca
-         List gypsum dan ornament
b) Ruang Keluarga Atas 5 X 6 M2

Pembangunan B : 10 (sepuluh) buah Kamar Kos dengan ukuran 3 x 4 M plus kamar mandi dalam lantai 2 :
      - Lantai kamar keramik 40 x 40 cm
      - Lantai kamar mandi 20 x 20 cm
      - Dinding kamar mandi 20 x 25 cm
      - Pintu kamar mandi dan bak air PVC
      - Roster batu palimanan/sejenis 30 x 30 cm
      - Kusen dan daun pintu kayu jati plus almari pakaian
      dan kaca
      - List gypsum dan ornament

Pembangunan C : 3 (tiga) buah Kamas Kos dengan ukuran 3 x 4 M2 plus kamar mandi dalam :
      Lantai kamar keramik 40 x 40 cm
      - Lantai kamar mandi 20 x 20 cm
      - Dinding kamar mandi 20 x 25 cm
      - Pintu kamar mandi dan bak air PVC
      - Roster batu palimanan/sejenis 30 x 30 cm
      - Kusen dan daun pintu kayu jati plus almari pakaian
  dan kaca
      - List gypsum dan ornament
      - Ruang ukuran 2 x 3 M2 untuk satpam

4. Bahwa untuk pengerjaan proyek yang diserahkan kepada Tergugat I ini, Penggugat telah menyerahkan sejumlah dana kepada Tergugat I terdiri atas :
·         Dana Pembangunan TAHAP I sebesar Rp. 295.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)
·         Dana Pembangunan sebagian TAHAP II sebesar Rp. 56.800.000,- (lima Puluh Enam Juta Delapan Ratus Rupiah)
Atau secara keseluruhan dana yang telah diserahkan Penggugat kepada Tergugat I sebesar Rp 351.800.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
5. Bahwa ternyata dalam pelaksanaan pembangunan rumah kos-kosan ini, Tergugat I sering lalai (wan prestasi) dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ikatan perjanjian yang disepakati bersama meski Penggugat telah menyerahkan dana pembangunan sesuai kesepakatan bersama hingga Penggugat meminta Tergugat I segera menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dilaksanakannya yang berdasarkan kesepakatan Penggugat dengan Tergugat I pembangunan dibatasi hanya untuk pengerjaan rumah kos-kosan Tahap I dan sebagian Tahap II sampai pada Pembangunan A : Lantai 1 sebagaimana tertuang dalam  Surat Pernyataan tanggal 19 Maret 2010 yang isinya Tergugat I akan menyelesaikan pembangunan tersebut paling lambat sampai batas waktu sesuai perjanjian atau Tanggal 31 Mei 2010;
6. Bahwa setelah diberi tambahan waktu dalam penyelesaian pembangunan rumah kos-kosan sebagaimana tersebut point 5 diatas, ternyata Tergugat I tetap tidak mampu menyelesaikan sesuai dengan perikatan antara Penggugat dengan Tergugat I dan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan sebanyak 60% (enam puluh persen) dari total keseluruhan pekerjaan yang harus diselesaikan Tergugat I;
7. Bahwa akibat keterlambatan penyelesaian pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat oleh Tergugat I, pada Tanggal 19 Maret 2010 Tergugat I membuat surat pernyataan yang menyebutkan apabila sampai batas waktu sesuai surat perjanjian yaitu tanggal 31 Mei 2010 Tergugat I tidak mampu menyelesaikan pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat maka Tergugat I akan membayar denda sebesar 1 permil X Rp 351.800.000,- = Rp 351.800,- / harinya kepada Penggugat;
8. Bahwa karena Tergugat I telah lalai dalam pekerjaannya, Penggugat telah berkali-kali meminta Tergugat I mengembalikan sisa biaya yang telah diterima Tergugat I dari Penggugat karena tidak selesainya pengerjaan pembangunan proyek rumah kos-kosan yang seharusnya dilaksanakan Tergugat I tapi Tergugat I selalu menghindar dengan berbagai alasan sehinga sudah sepantasnya apabila Tergugat I dinyatakan lalai atau wan prestasi dalam proyek pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat tersebut
9. Bahwa karena Tergugat I telah lalai dalam mengerjakan proyek yang diserahkan Penggugat, maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum untuk mengembalikan sejumlah dana yang telah diserahkan Penggugat kepada Tergugat I sehubungan dengan kekurangan pekerjaan yang dilaksanakan Tergugat yaitu sebesar Rp 351.800.000,- x 40 % = Rp 140.720.000,- (Seratus Empat Puluh Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah),- kepada Penggugat;
10.    Bahwa karena Tergugat I tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah kos-kosan sebagaimana telah disepakati, maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum untuk membayar denda sebesar 1 permil X Rp 351.800.000 = Rp 351.800,- sejak tanggal 1 Juni 2010 hingga Tanggal 1 Juni 2011 atau ….. hari X Rp 351.800,- = Rp _________________,- (__________ Rupiah) kepada Penggugat;
11.    Bahwa  karena Tergugat I tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah kos-kosan sebagaimana telah disepakati, maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum untuk membayar denda kepada Penggugat sebesar 1 permil X Rp 351.800.000,- = Rp 351.800,- per hari sejak diajukan gugatan ini hingga dilaksanakannya putusan perkara ini oleh Tergugat;
12.    Bahwa karena Penggugat adalah seorang pengusaha maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum membayar sejumlah denda atau ganti rugi atas tidak selesainya pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat karena apabila jumlah sisa pembayaran yang telah diterima Tergugat I dari Penggugat digunakan untuk usaha Penggugat sejak bulan Juni 2010 hingga diajukannya gugatan ini maka Penggugat akan memperoleh laba sebesar 15% (lima belas perseratus) per bulan yang apabila dihitung adalah sebesar 15% per bulan X >>> bulan X Rp 140.720.000,- = Rp >>>>>>>>,- (>>>>Ribu Rupiah)
13.    Bahwa karena Penggugat adalah seorang pengusaha maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum membayar sejumlah denda atau ganti rugi atas tidak selesainya pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat karena apabila jumlah sisa pembayaran yang telah diterima Tergugat I dari Penggugat digunakan untuk usaha Penggugat maka Penggugat akan memperoleh laba sebesar 15% (lima belas perseratus) per bulan yang apabila dihitung adalah sebesar 15% X Rp 140.720.000,- = Rp 21.108.000,-/bulan terhitung sejak diajukan gugatan ini oleh Penggugat hingga dilaksanakannya putusan oleh Tergugat I; 
14.     Bahwa dengan tidak selesainya pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat oleh Tergugat I, maka Penggugat juga mengalami kerugian karena tidak bisa dioperasionalkan rumah kos-kosan tersebut oleh Penggugat sebagaimana mestinya yang apabila dihitung dengan uang sebesar Rp 400.000,- X 10 kamar X 12 bulan = Rp _________,- sehingga sudah sepantasnya Tergugat untuk dihukum membayar ganti rugi kepada Penggugat sebesar Rp _______,- (________ Rupiah) kepada Penggugat;
15.    Bahwa dengan tidak selesainya pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat oleh Tergugat I, sudah sepantasnya pula Tergugat I dihukum untuk mebayar ganti rugi kepada Penggugat karena apabila Penggugat mengoperasionalkan rumah kos-kosan tersebut sebagaimana mestinya maka Penggugat akan mendapatkan penghasilan yang apabila dihitung dengan uang sebesar Rp 400.000,- X 10 kamar/bulan = Rp 4.000.000,-/bulan sejak diajukannya gugatan ini oleh Penggugat hingga dilaksanakannya putusan oleh Tergugat I;
16.    Bahwa selain kerugian materil sebagaimana tersebut diatas, akibat wan prestasi Tergugat I dalam pengerjaan proyek pembangunan rumah kos-kosan ini juga mengakibatkan kerugian immaterial kepada Penggugat yang apabila dinilai dengan uang sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)  sehingga sudah sepantasnya apabila Tergugat dihukum membayar ganti rugi immaterial ini kepada Penggugat;
17.    Bahwa untuk menjamin dilaksanakannya putusan ini oleh Tergugat I, maka sudah sepantasnya apabila Tergugat I dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per hari setiap keterlambatan pembayaran pelunasan kewajibannya dan pembayaran ganti rugi kepada Penggugat sejak putusan ini memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde)
18.    Bahwa oleh karena dalil-dalil gugatan Penggugat ini telah didasarkan atas bukti-bukti otentik yang tidak bisa diragukan lagi kebenarannya, maka sudah sepantasnya sesuai dengan Pasal 180 HIR agar putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uit voerbaar bij voorraad), meskipun ada upaya hukum Banding, kasasi, atau upaya hukum lainnya dari Tergugat;
19.    Bahwa karena perikatan yang dilaksanakan Tergugat I dengan Penggugat ini terjadi saat Tergugat I dan Tergugat II masih dalam ikatan perkawinan yang syah, maka sudah sepantasnya apabila Tergugat II juga ikut bertanggungjawab atas perikatan yang terjadi antara Tergugat I dengan Penggugat sepanjang mengenai harta bersama atau harta gono gini yang diperoleh Tergugat I dengan Tergugat II selama perkawinanya;
20.    Bahwa untuk menjamin dilaksanakannya putusan ini oleh Tergugat I dan Tergugat II demi menjaga kepentingan hukum Pengugat, maka sudah sepantasnya apabila Pengadilan Negeri Magelang meletakkan sita jaminan atas sebidang tanah dan bangunan milik Tergugat I dan Tergugat II karena merupakan harta gono gini atau harta bersama antara Tergugat I dan Tergugat II yang terletak di ............. yang tercatat dalam Sertifikat Hak Milik Nomor : ...... atas nama ............ ...... sebagaimana tercatat pada surat ukur Tanggal .......... Nomor .............. dengan luas ...... M2 (...........);
21.    Bahwa karena jaminan sebagaimana tersebut pada poin 19 diatas belum mencukupi untuk melunasi seluruh kewajiban Tergugat I kepada Penggugat akibat perbuatan wan prestasi Tergugat I, maka sudah sepantasnya pula apabila Pengadilan Negeri Kota Magelang meletakkan sita jaminan atas harta benda Tergugat I secara keseluruhan yang jumlah dan jenisnya akan kami tentukan kemudian hari dan meletakkan sita jaminan atas keseluruhan harta gono gini atau harta bersama antara Tergugat dengan Tergugat II baik barang bergerak maupun tidak bergerak lainnya yang jumlah dan jenisnya akan kami tentukan kemudian hari;

Berdasarkan dalil Penggugat di atas, Penggugat mohon kepada Yth. Bapak Ketua Pengadilan Negeri Magelang c/q Majelis Hakim pemeriksa perkara untuk memeriksa gugatan ini dan memanggil para pihak yang berkepentingan serta memberikan amar putusan sebagai berikut  :


PRIMAIR:
  1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 
  2. Menyatakan sah menurut hukum hubungan dagang antara Penggugat dengan Tergugat I;
  3. Menyatakan secara hukum bahwa Tergugat I telah melakukan tindakan Wan Prestasi;
  4. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas sebidang tanah dan bangunan milik Tergugat I dan Tergugat II yang terletak di .................. tercatat dalam Sertfikat Hak Milik Nomor : ....... atas nama ............. sebagaimana tercatat pada surat ukur Tanggal ......... Nomor ......... dengan luas ....... M2 (................................)
  5. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas harta benda Tergugat I dan Tergugat II baik barang bergerak maupun tidak bergerak yang jumlah dan jenisnya akan kami tentukan kemudian hari;
  6. Menghukum Tergugat I untuk membayar kewajiban atas sisa pembayaran yang telah diterima Tergugat I dari Penggugat sebesar Rp 140.720.000,- (Seratus empat puluh juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah);
  7. Menghukum Tergugat I untuk membayar ganti rugi yang ditimbulkan karena Wan Prestasi sebesar 15% per bulan X 6 bulan X Rp 140.720.00,- = 126.648.000,- (Seratus Dua Puluh Enam Juta Enam Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah)
  8. Menghukum Tergugat I untuk membayar ganti rugi yang ditimbulkan karena Wan Prestasi sebesar 15% X Rp 140.720.00,- = Rp 21.108.000,-/bulan terhitung sejak diajukan gugatan ini oleh Penggugat hingga dilaksanakannya putusan oleh Tergugat;
  9. Menghukum Tergugat I untuk membayar denda sebesar 1 per mil x Rp 351.800.000,- = Rp. 351.800 perharinya kepada Penggugat terhitung sejak Tanggal 1 Juni  2010 hingga hingga Tanggal 10 Desember 2010 atau sebesar Rp 67.897.400,- (Enam Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Rupiah);
  10. Menghukum Tergugat I untuk membayar denda sebesar 1 per mil x Rp 351.800.000,- = Rp. 351.800,- perharinya kepada Penggugat terhitung sejak diajukan gugatan ini oleh Penggugat hingga dilaksanakannya putusan ini oleh Tergugat;
  11. Menghukum Tergugat I untuk membayar ganti rugi akibat tidak tepat waktunya pelaksanaan pengerjaan proyek pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat sehingga rumah kos-kosan tidak dapat dioperasionalkan sesuai dengan waktu yang diharapkan Penggugat sebesar Rp 400.000 X 10 kamar X 6 bulan = Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah);-
  12. Menghukum Tergugat I untuk membayar ganti rugi akibat tidak tepat waktunya pelaksanaan pengerjaan proyek pembangunan rumah kos-kosan milik Penggugat sehingga rumah kos-kosan tidak dapat dioperasionalkan sesuai dengan waktu yang diharapkan Penggugat sebesar Rp 400.000 X 10 kamar  = Rp.4.000.000,-/ bulannya sejak diajukannya gugatan ini oleh Pengugat hingga dilaksanakannya putusan ini oleh Tergugat;
  13. Menghukum Tergugat I membayar ganti rugi immaterial kepada Penggugat sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) kepada Penggugat;
  14. Menghukum Tergugat I untuk membayar Dwangsom (uang paksa) kepada Penggugat sebesar Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per hari setiap keterlambatan pembayarannya kewajiban dan ganti rugi kepada Penggugat sejak putusan ini memperoleh kekuatan hukum tetap (Inkracht van Gewijsde);
  15. Menyatakan sebagai hukum putusan dalam perkara ini adalah serta merta dan dapat dijalankan lebih dulu (uitvoerbaar bij vooraad) walau ada verzet, banding atau kasasi dari Tergugat;
  16. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar seluruh biaya perkara 
SUBSIDAIR :

Apabila Pengadilan Negeri Magelang c/q Majelis Hakim pemeriksa perkara ini berpendapat lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et Bono).


JUSTITIA VOOR IEDEREN
Hormat Kami
Kuasa Hukum Penggugat,


 

 

NOOR AUFA, SH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRA PERADILAN DALAM HUKUM INDONESIA

Secara yuridis, praperadilan ditentukan dalam Pasal 1 butir 10 KUHAP yang menyatakan: “Praperadilan adalah wewenang pengadilan untuk me...